JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka di level Rp17.948 per dolar AS, turun 45 poin atau 0,25 persen dari penutupan sebelumnya di Rp17.903.
Hingga pagi menjelang siang, rupiah bergerak di rentang Rp17.845 hingga Rp17.968 per dolar AS, semakin mendekati level psikologis Rp18.000. Sebagai pembanding, kurs referensi JISDOR Bank Indonesia pada Rabu (14/10) berada di Rp17.898.
Baca juga: IHSG Ditutup Menguat ke 5.943, Investor Buru Saham Murah
Inflasi AS jadi pemicu
Tekanan terutama datang dari rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi. Data tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga dolar AS kembali perkasa terhadap mata uang negara berkembang.
Selain itu, rupiah masih dibebani ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia, setelah kelompok Houthi menyerang fasilitas Saudi Aramco awal pekan ini.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp17.850–Rp18.000 per dolar AS. Secara teknikal, level Rp17.950 menjadi batas yang dicermati pelaku pasar.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.918, Tertekan Lonjakan Harga Minyak
Pelemahan ini melanjutkan tren sepanjang pekan. Pada Rabu pagi, rupiah juga dibuka melemah ke kisaran Rp17.913–Rp17.918 per dolar AS.