Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.918, Tertekan Lonjakan Harga Minyak

Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS

JAKARTA – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan Rabu (14/10/2026) di zona merah. Mata uang Garuda turun 18 poin atau sekitar 0,10 persen ke posisi Rp17.918 per dolar Amerika Serikat.

Tekanan terhadap rupiah datang dari kenaikan harga minyak mentah dunia setelah kompleks kantor pusat Saudi Aramco di Dhahran, Arab Saudi, terkena serangan rudal kelompok Houthi pada Selasa (13/10). Insiden tersebut memicu kekhawatiran pasar akan terganggunya pasokan energi dari kawasan Teluk.

Sebagai negara importir neto minyak, Indonesia rentan terhadap gejolak harga energi global. Kenaikan harga minyak berpotensi menambah kebutuhan dolar untuk impor dan memperlebar defisit neraca berjalan, yang pada akhirnya membebani kurs.

Pelemahan hari ini melanjutkan tren sepanjang Oktober. Pada 5 Oktober lalu, rupiah juga dibuka melemah di level Rp17.889 per dolar AS di tengah rencana negara-negara G7 melepas cadangan minyak strategisnya.

Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah sepanjang hari, sehingga ruang penguatan rupiah dinilai terbatas.

Leave a Comment