Houthi Ancam Terus Serang Fasilitas Aramco, Bos Aramco: Sistem Kami Utuh

Ilustrasi kilang minyak diserang Ilustrasi kilang minyak diserang

RIYADH – Kelompok Houthi Yaman menegaskan akan melanjutkan serangan ke fasilitas minyak Saudi Aramco dan bandara-bandara di Arab Saudi dalam beberapa hari ke depan. Ancaman itu disampaikan setelah rudal mereka menghantam kompleks kantor pusat Aramco di Dhahran awal pekan ini.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim pasukannya telah melancarkan operasi yang menyasar Aramco di Dhahran, Bandara Riyadh, serta sebuah kilang di ibu kota Saudi dengan rudal dan drone. Houthi sebelumnya menyebut seluruh fasilitas Aramco sebagai target sah dan meminta warga sipil di sekitarnya mengungsi.

Baca juga: Rudal Houthi Hantam Kantor Pusat Aramco di Dhahran, Kebakaran Berhasil Dipadamkan

Kantor berita resmi Saudi, SPA, melaporkan serangan di Dhahran memicu kebakaran terbatas pada sebuah gedung administrasi dan tidak menimbulkan korban jiwa. Kompleks Dhahran merupakan pusat bersejarah Aramco yang menampung fasilitas riset, operasi energi, dan perumahan bagi sekitar 11.000 penghuni.

Aramco yakin pasokan aman

CEO Aramco Amin Nasser menegaskan infrastruktur perusahaannya tetap tangguh. Dalam sebuah forum energi di London awal Oktober, ia menyatakan Aramco mampu mengerahkan kapasitas maksimum berkelanjutan sebesar 12 juta barel per hari dalam hitungan hari. “Sistem kami utuh,” ujarnya.

Arab Saudi membalas dengan melancarkan serangan baru ke basis Houthi di Sanaa. Sementara itu, Houthi juga mengancam Amerika Serikat jika Washington ikut campur dalam konflik ini.

Baca juga: Ekonomi Singapura Tumbuh 5,4 Persen di Kuartal III, MAS Tahan Kebijakan Moneter

Serangan terhadap Aramco bukan kali pertama terjadi tahun ini. Pada Maret 2026, serangan ke Ras Tanura sempat menghentikan operasi fasilitas tersebut selama 16 hari. Eskalasi terbaru ini turut mengerek harga minyak dunia dan menekan mata uang negara importir minyak, termasuk rupiah.

Leave a Comment