DHAHRAN – Kompleks kantor pusat Saudi Aramco di Dhahran, Arab Saudi, terkena serangan dalam gelombang rudal yang diluncurkan kelompok Houthi Yaman pada Selasa (13/10/2026). Serangan itu memicu kebakaran di sebagian area kompleks.
Menurut sumber yang dikutip Bloomberg, api telah berhasil dipadamkan. Kementerian Energi Saudi menyebut kebakaran bersifat terbatas dan tidak menimbulkan korban luka di kompleks perkantoran tersebut. Namun, belum jelas apakah kerusakan disebabkan hantaman langsung atau serpihan rudal yang dicegat. Serpihan intersepsi juga dilaporkan jatuh di sebagian kawasan permukiman Dhahran.
Koalisi pimpinan Saudi yang berperang di Yaman menyatakan rudal Houthi menyasar beberapa kota sekaligus, termasuk Riyadh dan Dhahran. Di Riyadh, serpihan rudal dilaporkan melukai empat orang dan merusak 15 rumah.
Eskalasi sejak awal Oktober
Serangan ini terjadi tak lama setelah koalisi memperingatkan warga di sekitar fasilitas minyak di Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi, untuk menjauh demi keselamatan. Houthi kemudian menyebut seluruh fasilitas Aramco sebagai “target yang sah” dan mengancam akan terus menyerang fasilitas minyak serta Bandara King Khalid di Riyadh.
Rangkaian serangan dalam beberapa hari terakhir, yang juga menyasar bandara, dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai ratusan lainnya. Kilang di Jazan masih ditutup sejak serangan sebelumnya, sementara jalur pipa lintas negara milik Aramco sempat dihentikan sementara bulan lalu.
Dhahran merupakan jantung industri minyak Arab Saudi, tempat berdirinya markas Aramco, universitas perminyakan, dan sebuah pangkalan udara utama.