JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal bangkit hingga akhir perdagangan Kamis (15/10/2026). Indeks ditutup melemah 79,24 poin atau 1,33 persen ke level 5.863,78.
IHSG sempat dibuka di 5.917,13, lalu terus terkoreksi hingga menyentuh titik terendah harian di 5.804,21. Penurunan sedikit menyempit pada sesi kedua dibanding sesi pertama, ketika indeks sempat anjlok 2,16 persen.
Baca juga: IHSG Anjlok 2,16 Persen di Sesi I, Asing Lepas Saham TLKM hingga GOTO
Seluruh 11 sektor saham berakhir di zona merah, dengan sektor barang konsumen siklikal turun paling dalam sebesar 3,20 persen. Berdasarkan data RTI, 567 saham melemah, 108 saham menguat, dan 120 saham stagnan.
Nilai transaksi mencapai sekitar Rp13,5 triliun dengan frekuensi 1,69 juta kali dan volume 35,25 miliar lembar saham.
BREN dan saham big caps jadi pemberat
Tekanan terbesar datang dari saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya. Dari sisi global, pasar dibayangi data inflasi Amerika Serikat yang naik 0,6 persen secara bulanan, kenaikan terbesar sejak April 2026, sehingga memicu kekhawatiran suku bunga The Fed bertahan tinggi.
Baca juga: Rupiah Makin Dekati Rp18.000, Tertekan Lonjakan Inflasi AS
Pelemahan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS dan aksi jual investor asing turut menekan indeks. Sejak awal tahun, IHSG tercatat telah terkoreksi lebih dari 32 persen.