KYIV – Jeda singkat serangan ke infrastruktur energi antara Rusia dan Ukraina resmi berakhir. Drone Ukraina menyerang kilang minyak milik Rosneft di Ryazan, sekitar 300 kilometer tenggara Moskow, Kamis (15/10/2026), dan memicu kebakaran.
Gubernur Ryazan Pavel Malkov melaporkan kebakaran tersebut melalui Telegram dan menyebut kerusakan masih didata. Kementerian Pertahanan Rusia menuding Ukraina berupaya melancarkan serangan besar-besaran ke kilang itu. Kyiv belum mengonfirmasi secara resmi, tetapi seorang pejabat senior Ukraina yang enggan disebut namanya membenarkan serangan tersebut.
Baca juga: Vatikan Umumkan Paus Leo XIV Idap Kanker Paru-paru Usai Operasi di Gemelli
Zelensky: “Kami sudah selesai”
Serangan terjadi setelah Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan Ukraina tak lagi terikat jeda serangan energi. Gencatan yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada 11 Oktober itu hanya dipatuhi Ukraina selama tiga hari, sementara menurut Kyiv, Rusia tetap menggempur jaringan listrik dan depot bahan bakar Ukraina.
Dalam wawancara dengan Financial Times, Zelensky menyebut larangan menyerang kilang telah dicabut. Ia hanya bersedia menghentikan serangan energi lagi bila Ukraina mendapat tambahan rudal pencegat Patriot buatan AS.
Zelensky juga mengeluhkan bahwa selama jeda tersebut, Ukraina tidak lagi menerima informasi intelijen Barat soal serangan rudal balistik Rusia dan dibatasi dalam penggunaan terminal Starlink. Gedung Putih membantah terlibat dalam penghentian pasokan intelijen itu.
Baca juga: Atap Sekolah di Peshawar Pakistan Ambruk, Lebih dari 30 Anak Tewas
Kremlin menanggapi dengan menyebut Kyiv tidak pernah benar-benar mematuhi gencatan, sehingga serangan ke kilang Rusia dianggap “bukan hal baru”. Menurut Zelensky, Rusia meluncurkan lebih dari 850 drone ke Ukraina sejak tengah malam hingga Kamis pagi, dan 536 di antaranya berhasil ditembak jatuh.