MEDAN – Kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tetangga kian memperburuk kualitas udara di Sumatera Utara. Gubernur Sumut Bobby Nasution menginstruksikan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa SMA, SMK, dan SLB mulai Jumat (16/10/2026).
Instruksi itu disampaikan Bobby di sela peluncuran bus sekolah gratis di SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Asahan, Kamis (15/10). Ia menegaskan kebijakan tersebut bukan libur sekolah.
Baca juga: Tiga Hari Pencarian, Dive Master Korban KM Feronia Belum Ditemukan
“Anak-anak tetap belajar dari rumah, bukan libur,” ujar Bobby.
Sejumlah laporan menyebut surat edaran Dinas Pendidikan Sumut memperluas PJJ ke semua jenjang, dari PAUD hingga SMA/SMK/SLB, pada 16–21 Oktober 2026. Namun, cakupan resminya masih perlu dipastikan melalui pengumuman dinas terkait.
Di tingkat kabupaten, Pemkab Mandailing Natal lebih dulu menerapkan PJJ bagi siswa PAUD, SD, dan SMP sejak Kamis hingga Sabtu (17/10), dengan kemungkinan diperpanjang bila kondisi memburuk.
Baca juga: Krisis BBM Bali Belum Usai, Antrean 2 Km di Karangasem dan Lima Penimbun Diamankan
Jarak pandang 1–3 kilometer
BBMKG Wilayah I Medan mencatat kualitas udara di sejumlah wilayah Sumut berada pada kategori sedang hingga tidak sehat, dengan jarak pandang pagi hari hanya 1–3 kilometer.
Bobby meminta para bupati dan wali kota memantau kualitas udara serta mengedukasi warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan, untuk mengenakan masker. Pemprov Sumut juga telah melakukan modifikasi cuaca di Samosir dan berencana memperluasnya ke daerah lain, serta berkoordinasi dengan Sumatera Selatan terkait penanganan asap.